Samsung Galaxy Prime Seri J7 Bezelles, unik, mahal

Samsung Galaxy J7 Prime AKU TEKNO.com


Body Full bezel, unik dan terbilang cukup mahal. Impresi itu langsung muncul begitu saja ketika mencoba menggunakan Samsung Galaxy J7 Prime.

Embel-embel ‘Prime’ di belakangnya yang membuat perangkat ini berbeda dibanding seri J lainnya. Sebelumnya, desain Samsung J series cenderung ‘itu-itu’ saja meski tetap mudah dikenali ‘Made in Samsung’.

Memegang Galaxy J7 Prime langsung disuguhi layar buatan Gorilla Glass yang enak dipandang dan pastinya tahan goresan ringan. Dimensinya pun pas di tangan dan kokoh dalam genggaman.

Pilihan cangkang dari material metal memperkuat kesan kokoh dan mewah di sini. Singkatnya, good quality. Beda sama pendahulunya.


Galaxy J7 Prime


Samsung Galaxy J7 Prime akutekno.com


Layaknya smartphone Samsung lainnya, fungsi dan penempatan tombol nyaris sama dengan yang lain. Pembedanya ada di LED notifikasi. Hanya Galaxy J7 Prime saja yang dianugerahi fitur ini.

Kehadiran LED notifikasi terbilang cukuplah meski harapannya Samsung melengkapinya dengan sensor cahaya.

Nilai lebih lainnya adalah sensor sidik jari di tombol home yang sudah relatif cepat dalam merespons ketimbang seri A5. Cukup disentuh sedikit saja, seketika layar langsung aktif.
Praktis, fitur sidik jari ini jadi menyenangkan. Setidaknya bisa mengurangi kekurangan tombol home yang kalau ditekan terdengar bunyi ‘cetek-cetek’ yang lumayan keras.

Di sisi kiri cukup ramai dengan adanya tombol volume, laci SIM card, dan laci kartu memori eksternal. Lain hal di sisi punggungnya yang berhiaskan kamera 13 MP dan lampu LED flash.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah posisi speaker di sisi kanan layar. Persis di atas tombol power. Unik tapi suka tertutup jemari saat menonton video dalam mode landscape.
Bicara kualitas layar, Galaxy J7 Prime sudah berteknologi TFT dengan resolusi 1080p. Secara teori, spek layarnya bakal asyik untuk menonton video berkualitas HD di YouTube.

Tapi bagi yang sebelumnya terbiasa menikmati perangkat dengan layar AMOLED, pasti berasa beda. Layar Galaxy J7 Prime terlihat kurang nendang meski sebenarnya tak begitu kentara.

Terus bagaimana dengan performanya?

Untuk menjawabnya, simak dulu jeroan Galaxy J7 Prime. Prosesornya Exynos 7870, GPU Mali T830, RAM 3 GB, penyimpanan internal 32 GB, dan baterai 3300 mAh.

Kapasitas baterai perangkat yang berjalan di OS Android 6.0.1 ini cukup diacungi jempol. Minimal enggak bakalan terlalu tergantung power bank atau colokan listrik.

Hanya yang jadi catatan saat bermain game berat dan diajak bermultitasking ria. Ada sedikit lag yang mengganggu. Padahal sudah dikaruniai RAM 3 GB.
KUALITAS JEPRETAN

Berikutnya bahas kualitas jepretan Galaxy J7 Prime. Secara umum kualitasnya tidak terlihat istimewa. Cukup standar.

Cukup standar karena kualitas warnanya terlihat pudar dan kurang detail. Minus lainnya adalah dynamic range kurang luas. Bakal sedikit lama ambil fokus jika menjepret obyek yang sangat dekat.

Hampir tak ada bedanya dengan pendahulunya. Cukup disayangkan mengingat Galaxy J7 Prime digadang-gadang sebagai ‘versi upgrade’ dari J Seris sebelumnya.

Secara garis besar, menjatuhkan pilihan pada Galaxy J7 Prime sangat tergantung selera dan kebutuhan. Harganya pun selisih tipis dengan pendahulunya yakni di kisaran Rp 3,6 juta.

Hanya yang menjadi catatan, di Galaxy J7 Prime menawarkan kebaruan di sektor resolusi layar, cangkang dari metal, sensor sidik jari, dan LED notifikasi.

Bagi yang mengedepankan kecantikan luar, hobi nonton video berkualitas HD, sudah 4G LTE, dan kurang suka main game berat, cocok pegang perangkat ini.